Bayangkan sebuah gereja yang telah berdiri kokoh selama 88 tahun...
Di pelosok Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebuah gereja tua yang menjadi jantung iman ribuan keluarga. Paroki Santu Yusuf Benteng Jawa — salah satu paroki tertua di Keuskupan Ruteng — telah menemani perjalanan iman umatnya sejak tahun 1938. Selama hampir satu abad, gereja ini menjadi tempat berlindung, berdoa, dan merayakan kasih Tuhan bagi 21.990 jiwa dari 4.398 kepala keluarga.
Namun hari ini, rumah Tuhan itu sedang menangis.
Atap yang bocor. Balok yang lapuk. Dinding yang keropos.
Itulah kondisi nyata gereja yang setiap minggunya tetap dipenuhi oleh umat yang datang dengan penuh semangat dan iman. Hampir 98% dari mereka adalah petani tradisional — orang-orang sederhana yang hidupnya bergantung pada tanah, namun imannya setinggi langit. Mereka datang, bahkan ketika tidak ada tempat yang cukup untuk menampung mereka semua.
Kapasitas gereja sudah lama tidak mampu menampung besarnya kerinduan umat untuk berjumpa dengan Tuhan.
Maka lahirlah sebuah mimpi besar.
Setelah bertahun-tahun direncanakan dengan penuh doa dan kesabaran, pada Maret 2025, pembangunan Gereja St. Yusuf Benteng Jawa akhirnya dimulai atas restu Keuskupan Ruteng. Progresnya sudah berjalan dan terlihat nyata — fondasi iman yang baru sedang dibangun, bata demi bata, dengan keringat dan harapan.
Tapi perjalanan ini belum selesai. Dan kami butuh kamu.
Satu donasi darimu bisa menjadi bagian dari sejarah iman yang abadi.
Kami, Pastor Ferdinandus Tahul bersama seluruh jajaran DPP dan DKP Paroki Santu Yusuf Benteng Jawa, dengan rendah hati mengulurkan tangan — bukan karena kami lemah, tetapi karena kami percaya bahwa kasih itu bergerak bersama-sama.
Kamu tidak harus tinggal di Benteng Jawa untuk menjadi bagian dari karya agung ini. Cukup dengan niat yang tulus dan donasi sekecil apapun, namamu akan terukir dalam sejarah berdirinya rumah Tuhan yang akan melayani generasi demi generasi.
"Karena di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." — Matius 18:20
Mari bersama kita bangun rumah-Nya. Mari kita nyalakan kembali cahaya iman di Benteng Jawa.